Setia menunggu pelangi

#FF2in1 #TiketBaliGratis
@nulisbuku @tiket

Aku datang di saat kau jatuh, aku ulurkan tangan ku untuk membuatmu berdiri dan bangkit berjalan kembali.
Aku tau tak mudah untuk ku mengobati luka mu, karena hati dan pikiran mu masih berada di orang itu, di tempat itu saat kau jatuh.
Tapi aku berusaha menutupi dan lalu mencoba menghilangkan luka mu itu dengan cara ku.
Kau terus menolak ku, dengan cacian, bahkan dengan tamparan. Namun aku masih disini, berharap kau melihatku.
Karena aku percaya dan yakin, usaha ku untuk membuatmu tersenyum akan datang, walau ku tunggu 1000 tahun lama nya.
Aku kan setia berada di tengah hujan yang setiap hari membuatku kuyup, meski ragaku nanti nya akan sakit karana guyuran hujan. Aku akan tetap berdiri disini, untuk menunjukan bahwa setelah hujan deras bahkan badai, akan ada pelangi indah yang datang.
Dan kita akan berdiri melihat indahnya cahaya pelangi, walau itu ku tunggu hingga 1000 tahun.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ada Dusta di 6 Bulan

@Nulisbuku tiket.com #FF2in1 #TiketBaliGratis

Januari tahun baru 2009 kita lewati berdua, itu pertama kali.
Dan di bulan itu kita satukan cinta kita, di saat ramai nya pesta rakyat. Langit bukan saja bertabur bintang, namun hiasan kembang apipun ikut meramaikan.

Telah lama aku mendekatimu, dengan cara ku untuk mengenalmu lebih dekat. Kau pun juga begitu. Dengan cara mu mendekatiku, aku seakan lelaki yang kau cari. Terbang aku dibuatnya.

Saat pergantian tahun, ku coba berucap kata mesra yang muncul dari hati ini. Tanpa ragu, kau menerima permintaan ku tuk menjadi lelakimu.
Sungguh melayang kebahagian ku terbang bersama kembang api itu menghias angkasa.
Aku sangat menjagamu, menyangangimu. Sampai pada tahun-tahun baru selanjutnya kita merayakan pergantian itu bersama. Aku merasa satu-satunya lelaki yang kau punya. Sungguh bahagia aku di buatnya.

Namun pada saat tahun 2012 kau mendapat undangan pertemuan atau Reoni sekolah, dan di saat itu aku tak tau kau akan bertemu dengan lelaki yang dulu tak terwujud menjadi pacarmu.
Kau berhubungan dengannya, menjalin komunikasi intens tanpa pengetahuan ku.

Aku baru mengetahui, ternyata aku bukanlah lelaki satu-satunya yang kau punya. Kau bermain di belakang ku selama 6 bulan ini.
Aku melihat semuanya ke dustaan mu, dan kau hancurkan hubungan panjang yang telah kita jalani.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Aku adalah Dermaga

Dahulu kebersamaan selalu datang, canda tawa tak pernah terlewatkan.
Keceriaan adalah kita. Itu semua dulu katamu Rinjani.
Sebelum badai menerpa, yang mampu menghancurkan karang.

Aku di dermaga ini menghantar kepergianmu.
Penuh air mata yang membasahi wajah, dan membekas dibahu baju.
“Wijaya percayalah jika Tuhan sudah mengukir nama kita menjadi sebuah kebahagian, aku akan kembali, dan kita kan bersama lagi”. Ucap Rinjani.
Entah bertemu dan bersama siapa nanti, menjalankan kisah baru.
Namamu selalu ku ucap di setiap doa ku kepada Pencipta.
Semoga kau tetap terjaga dalam lindunganNya di setiap perjalanan.

Pergilah berlayar sesuka mu, mengelilingi samudra biru.
Ikuti arah angin yang terus membuatmu tak terlihat.
Pergilah sejauh ombak deras menyeretmu sampai pulau pulau itu. Dan pada saat waktu memanggil, Tuhan telah merencanakan kebahagian untuk kita, kau akan pulang.
Aku menanti. Bagai dermaga yang menyambut kedatangan Kapal.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Denganmu aku rapuh

Kau tampar, aku diam.
Kau pukul, aku diam.
Kau caci, aku pun diam.
Ku terima dengan sunyi.
Seperti berada di ruangan tak berpenghuni.
Tak ada cahaya yang menembus ruang.
Gelap tak terlihat jalan keluar.
Hanya hati yang terus bertanya pada kegelapan, akan kah sinar pagi akan kulihat bersama nya.

Dan ketika ku bicara, terganti engkau yang diam, lalu menghilang.
Seperti petir yang menyambar dan menghancurkan.
Datang dengan cepat lalu pergi. Hilang meninggalkan cerita luka.
Terlihatkah aku disini, mendayung perahu di tengah cuacah buruk menuju dermaga hanya untuk membawakan bunga.

Lihatkah keringat yang menetes bercampur dengan air mata.
Pertahanan ku rapuh, tak kuasa  menahan gempuran yang bertubi.
Menghabiskan darah, sampai mematahkan tulang, walau sekarat, ingin terus melanjutkan, namun tak ada kekuatan dari mu yang hadir untuk memantapkan, pantaskah kau ku pertahankan.

Indahkah bunga jika penuh duri. Maniskah permen jika kadarluarsa.
Mengagumkan kah puncak jika badai.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Masa kecil

play-kite

Terbit nya mentari sampai tenggelam nya senja.
Selalu bersama, bercanda tawa.
Menghabiskan hari, tak mengenal waktu.
Tak terbelenggu dalam keras nya kehidupan.

Langkah kan kaki menuju tanah hijau.
Tanpa alas, tanpa perlindungan.
Hanya bekal seribu rupiah di dalam saku.
Berani, namun menangis jika terjatuh.

Berlari mengejar benda yang melayang.
Ingat kah teman kau terjatuh.
Tangan lain siap memegangmu berdiri.
Menangis, lalu tertawa.

Permainan sederhana menjadi yang utama.
Batu, kayu, biji buah menjadi alat.
Kecurangan menjadi tradisi.
Tak lihai, kekalahan mengintai.

Tak peduli tegur manusia dewasa.
Hirau kan semua pekerjaan sekolah.
Rasa lapar dan dahaga tak jadi masalah.
Kediaman rekan menjadi surga.

Suara lantang, bagai Komandan
yang memerintahkan pasukan, menuju markas.
Lupa bahwa hari mulai gelap.
Seakan tak mempunyai rumah untuk pulang.

Namun kita sudah melangkah besar.
Menuju rencana yang kita saling impikan.
Tinggal kisah Yang akan kita kenang.
Masa ini kita meraih cita.

Jangan lupakan ini teman.
Tanpa cerita kecil, kita tidak bahagia.
Tuangkan rindu, di layang-layang.
Kita kan kembali, di masa akan datang, dan cerita baru.




Posted in Uncategorized | Leave a comment

Desember tersenyum

december

Angka 1 yang mengawali pergantian, dengan ditemani datang nya hujan. Membasahi kenangan, menghapus kesedihan. Hujan ini bukan masalah, melainkan berkah. Karena akan ada banyak senyuman rasa syukur, nikmat yang terus mengalir, bak air sungai yang terus membawa kenikmatan untuk memenuhi kebutuhan sang penghuni. Hari akan terus memberikan warna, di mulai dari cerahnya warna mentari sampai terangnya purnama. putih sampai hitam, manis sampai pahit. Dan kaki terus melangkah maju, memecahkan teka teki hari, meninggalkan kisah di bulan lalu.

Di mulai senyuman dari angka 8. Angka yang indah, iya tak perlu mencari pasangan agar bersama. Karena iya sudah mendapatkan pasangan dan tak akan putus, selalu menari menjadi dua lingkaran indah. Bagai pasangan dansa yang terus mengikuti alunan music. Disini lah Malaikat yang terlihat wujudnya mensyukuri tambahnya nikmat usia. Setiap tetesan susu mu yang mengalir di dalam tubuhku adalah kekuatan yang kau berikan. Kata lelah tak pernah terucap dari bibir mungilnya. Menerangi ku saat gelap, memeluk ku saat ku lelah dengan keadaan luar. Menunjukan jalan agar iman ku tak sesat, mengajarkan agar ku tak salah. Berjalan di bebatuan tanpa alas demi menggendong anaknya. Doa mu adalah denyut nadi ku. Sehat mu adalah semangat bagi ku. Tangis mu adalah tusukan pisau di dadaku. Dan bahagia mu adalah Surga dunia untuk ku.

Di angka 18 ada gadis yang tersenyum, ia terus melangkah dewasa, menuju rencana indah yang sudah tertulis rapih. Meskipun pernah terjatuh, tak terus membuat ia merasakan sakit. Ia duduk mengobati luka lalu berdiri melanjutkan perjalanan. Dan ia tidak melihat kebawah ke arah luka, tidak mengingat kenapa luka ini terjadi. Dia tersenyum terus berjalan menuju senja. Bagai pelangi yang datang setelah hujan. Merajut kembali benang yang dulu sempat kusut, dengan kasih lama. Tersenyum bahagia, memberikan keceriaan kepada sekitar. Semoga umur yang baru ini iya terus di beri kebahagian dan cinta.

29, Dan di sini seorang pemuda yang baru belajar mengenal sastra, yang mencintai karya karya indah sang pencipta, mendapatkan hadiah, usia baru dari sang Maha Cinta. Di usia yang terus berjalan mematangkan diri. Ia ingin seperti perahu kecil yang kuat menerjang ombak, melawan badai, berjalan teguh tanpa asa yang hilang, tidak hancur karena petir, terus berjalan menuju dermaga impian. Ia mempunyai mimpi, ingin memiliki karya yang di baca banyak orang, Berada di alam indah dari permukaan sampai tanah-tanah tertinggi Indonesia, bisa memberikan kemampuan yang ia punya untuk sekeliling. Maha Cinta, berilah selalu cintaMu, agar bisa memiliki cita karena Cinta.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Perjalanan Indah, Dari Sang Maha Cipta

CYMERA_20141121_231626[1]

Malam ceria dengan penuh bintang, memberikan pertanda, bahwa alam telah siap menyambut.

Angin berhembus tenang, mengiringi datang nya restu. Penuh persiapan, tak hanya materi. Fisik, mental dan keyakinan lah yang utama.

Aku membawa bekal untuk bertahan, bertahan dalam kegelapan, dalam dingin, dalam lapar dan dahaga. Beratnya beban tak seberat aku meninggalkan mu. Ingin membawamu, namun di jiwa mu tak terpanggil untuk ikut berjalan bersama ku. Tak akan ku paksa, karena itu pilihan. Alunan doa mu menjadi perisai pelindung ku.

Ku menunggu datang nya senyuman mentari, dengan secangkir kopi itu lebih baik. mengisi tenaga, dan melihat ulang yang di bawa. Doa kepada sang Pencipta tak lupa ku haturkan.

Ribuan langkah ku jalani demi mencapai tujuan, hijau nya terus menyapa. Aku tidak ingin melewatkan keindahan, berhenti sejenak, duduk  dengan bekal. Melihat keliling. Tidak ada bangunan besar, deretan besi baja, polusi, bahkan emosi panas nya kegiatan. Adakah tempat seindah ini disana, tidak ada. Hanya di sini aku menikamati sejuknya aroma surga dunia.

Kulanjutkan perjalanan, karena di atas sana akan lebih indah. Lelah letih sekaan batrei akan habis. Namun kuatnya mental terus menyemangati. Karena ku yakin lelah ini akan terbayar di atas sana. Benar saja, saat ribuan langkah ini terhenti di garis finish. Rasa itu berubah menjadi rasa syukur, kagum atas lukisan indah ciptaanNya.

Aku berdiri di atas ciptaanMu, merelakan tenaga habis di dalam tubuh ku. Namun berkat kuasaMu aku berada disini. Tak ada kata lain selain Syukur bibir ini terus berucap. Ya Allah aku hanya mahluk kecil, yang belajar memelihara alamMu agar tetap hijau. Tak rela jika ada yang mengotori apalagi menyakiti isinya. Ya Allah berilah aku tenaga, kekuatan, kesehatan, dan iman. Agar aku terus bisa mencintai karyaMu. Lindungi selalu setiap langkah ku menuju tujuan, dan sampai kembali bersama keluarga dengan membawa cerita 🙂

Posted in Uncategorized | Leave a comment